February 24, 2011

Shimponi

Oleh: Subagio Sastrowardoyo


Kita yg berdiri di tengah abad
di bilang dua puluh,

Dan menyangka hari jadi
telah tertinggal jauh,

Makin samar:mana asal,mana kejadian
mana jumlah,mana kadar

Makin samar:
mana mulia,mana hina
mana kemajuan,mana kemunduran

Katakanlah,
Adakah kemajuan
kalau kita lebih banyak mendirikan
bank dan ruang gudang
dari candi atau mesjid,kalau kita lebih menimbang kasih orang
dengan uang dari hati,
kalau kita lebih percaya kepada barang dari bayang
Atau kemunduran?

Katakanlah,
mana yg lebih mulia:
kepala atau kaki
sifat ilahi atau alat kelamin
semua melata di bidang demokrasi

Mana lebih dulu:
Tuhan atau aku
Dia tak terbayang
kalau aku tak berangan
Tuhan dan aku saling berdahulu
seperti ayam dengan telur
Siapa dulu?

Siapa manusia pertama:
Adam,Kayumerz atau Manu,
Kitab mana yg harus dipercaya:
Qur'an, Avesta atau Weda Hindu

Kapan dunia ini bermula:
di Firdaus,di Walhalla atau di Jambudwipa,
Mengapa tidak disini,di waktu ini
dan lahir seorang Adam di setiap detik dan tempat
dan terdengar Kalam Tuhan di setiap sudut di darat?

Aku juga Adam
yg terusir dari firdaus
karena dosa,karena kelemahan
karena goda perempuan

Dunia berhenti dan bermula lagi

Mana lebih kekal:
Tubuh atau nyawa
Mana lebih haram:
Bumi atau cita
Mana lebih keramat:
Angka atau arti

Arti itu keramat
karena tersimpan di hakikat
Juga angka
meski jarang lagi
yg gemetar melihat angka
gasal: tiga,tujuh
atau tiga belas,
yang tersurat pada dada
tanda jasad

Angka ganjil,angka keramat
Ganjil seperti letak empu
terselit di antara jari
Ganjil seperti puncak gereja
yang menunjuk ke arah mega

Penglihatan ini makin samar
Makin samar

2 comments: